Meningkatnya jumlah pengguna NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) memicu berbagai persoalan psikologis, terutama overthinking akibat stigma dan tekanan emosional yang tidak tersalurkan. Pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan komunikasi terapeutik asertif sebagai intervensi psikososial dalam membantu klien NAPZA mengelola overthinking dan meningkatkan rasa percaya diri selama masa rehabilitasi. Kegiatan dilaksanakan pada 3 Juni 2025 di Yayasan Pelita Jiwa Insani, Padang, dengan melibatkan 20 klien dan menggunakan pendekatan kualitatif Participatory Action Research (PAR) melalui observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Program mencakup edukasi gaya komunikasi, pelatihan komunikasi asertif, penulisan ekspresif, serta refleksi verbal. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar klien awalnya menggunakan pola komunikasi pasif atau pasif-agresif, yang berdampak pada akumulasi tekanan batin dan overthinking. Setelah intervensi, klien menunjukkan peningkatan keterbukaan emosional, kepercayaan diri, dan kesadaran terhadap strategi komunikasi yang lebih sehat. Klien juga menyadari pentingnya bersikap asertif dalam menghadapi kecemasan terhadap reintegrasi sosial. Kegiatan ini berkontribusi dalam kesiapan psikologis klien, mendukung proses pemulihan emosional, serta membuktikan efektivitas kombinasi komunikasi terapeutik dengan penguatan psikososial dalam konteks rehabilitasi NAPZA.